Dapur Pesisir Sukadana: Kepiting, Udang Galah, dan Ikan Air Tawar dari Sungai Way Sekampung
Dapur pesisir Sukadana, Lampung Timur, mengolah kepiting, udang galah, dan ikan air tawar dari Sungai Way Sekampung jadi sajian harian warga.

Inti Sari
- Sukadana adalah kecamatan sekaligus ibu kota Kabupaten Lampung Timur, Lampung.
- Sungai Way Sekampung melintasi wilayah Lampung Timur dan menjadi sumber ikan air tawar bagi warga.
- Kepiting dan udang galah jadi bahan masakan yang akrab di dapur rumah tangga pesisir.
- Hasil tangkapan dijual di pasar tradisional kecamatan dan dimasak sendiri oleh warga.
- Bumbu yang dipakai umumnya cabai, bawang, dan rempah lokal, bukan bumbu impor.
Pagi di Dapur Dekat Muara
Di Sukadana, ibu kota Kabupaten Lampung Timur, dapur warga sering dibuka sebelum matahari penuh naik. Emak-emak di kampung dekat aliran Sungai Way Sekampung sudah menyalakan tungku, sementara suami atau anak mereka baru pulang dari sungai membawa keranjang berisi ikan air tawar. Ada yang masih hidup, ada yang sudah dimasukkan ke baskom berisi air keruh supaya tetap segar sampai waktu masak. Kepiting dan udang galah biasanya datang dari arah muara dan tambak sekitar, dibawa ke pasar pagi atau dijual langsung ke tetangga. Tidak ada karpet merah, tidak ada menu turis. Yang ada wajan besar, minyak panas, dan sambal yang ditumbuk di cobek tanah.
Sukadana dikenal sebagai pusat pemerintahan kabupaten, tapi denyut dapur warganya tetap berbau sungai dan laut. Jarak ke pesisir timur Lampung tidak jauh, sehingga hasil laut dan hasil sungai bertemu di meja makan yang sama. Inilah yang membuat masakan di sini terasa khas: bukan fine dining, tapi makanan rumahan yang jujur.
Kepiting dan Udang Galah, Tangkapan yang Tidak Pernah Sepi
Kepiting di Sukadana umumnya kepiting bakau yang ditangkap di sekitar perairan pantai timur atau dibudidayakan di tambak warga. Ukurannya bervariasi, dari yang sebesar telapak tangan sampai yang lebih besar untuk pesanan. Cara masak paling sering adalah kepiting saus padang, kepiting rebus dengan sambal, atau kepiting goreng tepung untuk anak-anak. Harga di pasar tradisional relatif terjangkau dibanding kota besar, meski tetap bergantung musim dan hasil tangkapan.
Udang galah jadi primadona lain. Badannya besar, berkepala panjang, dan sering dianggap lebih bergengsi daripada udang biasa. Warga biasanya mengolahnya dengan cara sederhana: ditumis dengan bawang putih dan cabai, dibakar dengan bumbu kecap, atau dijadikan isian bakwan. Kalau sedang banyak, udang galah juga dikeringkan atau diasap untuk stok lauk beberapa hari. Penjual di pasar Sukadana sering menyusun udang galah dalam keranjang bambu, dipisahkan berdasarkan ukuran. Pembeli boleh memilih sendiri, lalu minta dibersihkan di tempat dengan biaya tambahan kecil.
Ikan Air Tawar dari Way Sekampung
Sungai Way Sekampung adalah urat nadi bagi banyak kabupaten di Lampung, termasuk Lampung Timur. Di Sukadana, ikan air tawar dari sungai ini masuk ke dapur dalam berbagai jenis: nila, lele, gabus, dan kadang belida atau ikan lokal lain bila musimnya tepat. Ikan-ikan ini biasanya dimasak dengan bumbu kuning, dipindang, digoreng garing, atau dibuat sup bening dengan tomat dan daun bawang.
Yang paling khas mungkin pindang ikan. Ikan dibersihkan, dilumuri garam dan asam, lalu direbus dengan cabai, bawang merah, kunyit, dan serai sampai kuahnya menyusut. Rasanya asam, pedas, dan gurih, cocok disantap dengan nasi hangat. Ada juga gulai ikan ala rumah tangga yang memakai santan kelapa parut segar. Bagi warga Sukadana, ikan sungai bukan sekadar lauk, tapi bagian dari ritme harian: pagi cari ikan, siang masak, sore makan bersama keluarga.
Sering Ditanyakan
Apa saja hasil perairan yang biasa diolah di dapur pesisir Sukadana?
Kepiting bakau, udang galah, serta ikan air tawar dari Sungai Way Sekampung seperti nila, lele, dan gabus.
Di mana warga Sukadana biasanya membeli hasil tangkapan?
Di pasar tradisional kecamatan Sukadana atau langsung dari nelayan dan pembudidaya setempat.
Bagaimana cara masak ikan air tawar yang umum di Sukadana?
Dipindang, digoreng garing, atau dibuat gulai dan sup bening dengan bumbu cabai, bawang, kunyit, dan serai.
Apakah masakan ini tersedia untuk wisatawan?
Sebagian warung makan di Sukadana menyajikannya, tapi sebagian besar masih berupa masakan rumah tangga warga.